Bedanya Jago Teori dan Jago Praktek Pemgrograman

Kisah nyata:

Pada bulan Juli 2010 terdapat sebuah PT membuat lowongan  seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

Dan pada satu hari seorang dosen sebutlah si Z, si Z ini membaca lowongan tersebut dan terbersit lah dalam hatinya untuk melamar lowongan tersebut tanpa memikirkan pengalaman yang dia punya (si Z ini kesehariannya sebagai seorang pengajar di universitas dan dia juga membuka kursus ).

Saat Interview dengan Boss:

Boss : “Kamu bisa mengerjakan ini, itu dan ini … itu … ?”

Z : ¬† “Bisa, saya bisa semuanya ….. !!!” ( dengan jawaban yang meyakinkan)

Boss: “Ok Kamu diterima bekerja disini”

Saat Bekerja

Hari pertama

si Z masuk, Bos langsung memberikannya sebuah pekerjaan yaitu membuat tambahan skrip pada sistem web yang sudah ada dan Z pun langsung mengerjakannya.

Siang harinya bos bertanya “Gimana sudah selesai … ?”

Si Z menjawab “lagi dipelajari pak”

Bozz terus mondar-mandir setiap jam untuk melihat pekerjaan si Z ini dan menanyakannya, tapi si Z menjawab dengan jawaban yang sama.

Hari kedua

Si Z masuk lagi ke kantor dan dia mulai mengerjakan pekerjaan yang kemarin, hari ke-2 ini tidak berbeda dengan hari kemarin si Z masih tetap mempelajarinya dan akhirnya sebelum pulang si bos memanggilnya dan berbicara kepadanya:

bos bertanya kepadanya : “Sebenarnya kamu bisa nggak sih membuatnya … ? dan berapa lama … ? “.

Si Z menjawab : “bisa pak, tapi saya pelajari dulu”

Si Bos bertanya (sambil kesal) : “iya pelajarinya berapa lama … !!!, 1 hari, 2 hari, 1 bulan” (Pertanyaan yang memancing jika orang tersebut salah jawab dan tidak punya alasan yang kuat maka … ? )

si Z terdiam sebentar.

Si Boz bertanya kembali : “Kamu ngomong aja berapa lama mempelajarinya, 1 hari, 2 hari atau 1 bulan (sambil tangan si boz mengetuk meja)

Si Z menjawab : “Satu bulan Pak” (waduh bahaya, kena dia, 1 bulan -> emangnya kursus)

Si Bozz “kesal sekali” dan akhirnya memberi dia dateline : “saya mau kamu selesaikan ini hanya dalam 3 hari”.

Si Z terdiam dan pembicaraanmu tidak dilanjutkan.

lalu si Z pulang kerumah.

Hari ke-3 dan seterusnya

si Z tidak datang-datang lagi ke kantor

Kesimpulan:

Jadi kamu sudah tahu bedanya orang yang jago teori dan jago praktek.

Cerita diatas hanya berdasarkan pengalaman nyata, tidak ada maksud menghina ataupun menceritakan keburukan orang lain, dan cerita ini mungkin bisa jadi hikmah bagi yang membacanya, terima kasih.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *