Pertemuan Pertama CodeIgniter

Pertemuan Pertama

1. Installasi CodeIgniter

  • Download CodeIgniter  2.0.2 dari  http://codeigniter.com/downloads/
  • Lalu unzip pada root folder webmu
  • Misalkan root webmu adalah C:/xampp/htdocs, maka unziplah codeigniter dalam folder c:/xampp/htdocs/
  • Lalu rename codeigniter_2.0.2  menjadi nama yang kamu inginkan misalnya hrd
  • Lalu coba akses dari web browsermu http://localhost/hrd maka akan tampil seperti gambar dibawah ini:

2. Struktur File

Root web foldermu terlihat seperti gambar dibawah ini:

Perhatikan folder application, folder inilah yang berisi file aplikasimu. Dalam folder application ini terdapat beberapa folder sebagai berikut:

  • Cache, folder ini berisi file cache yang akan dibuat jika kamu menggunakan cache.
  • Config , folder ini berisi file konfigurasi CodeIgniter
  • Controllers, folder ini berisi file controllermu
  • Core, folder ini berisi class-class yang yang  digunakan untuk menjalankan framework CodeIgniter.
  • Errors, folder ini berisi error dokumenmu
  • Helpers, folder ini berisi file-file helper (helper adalah fungsi-fungsi yang akan memudahkanmu dalam membuat aplikasi).
  • Hooks, folder ini berisi file yang digunakan untuk merubah fungsi CodeIgniter tanpa merubah Core file dari CodeIgniter.
  • Language, Folder ini berisi file bahasa untuk library CodeIgniter
  • Libraries, folder ini berisi file-file library CodeIgniter yang berisi class-class dimana class-class ini dapat membantumu membuat aplikasi. Jika kamu membuat librarymu sendiri maka tempatkan pada folder application\libraries
  • Models, folder ini berisi file-file model.
  • Views, folder ini berisi file-file view
  • Database, folder ini berisi library dari koneksi database (jangan dirubah)
  • Fonts, folder ini berisi font-font yang akan digunakan oleh library image
  • Logs, folder ini berisi file-file log.
  • User_guide, folder ini berisi dokumen-dokumen yang dapat membantumu.
  • Index.php, file ini harus ada agar CodeIgniter dapat bekerja.
  • License.txt, file ini berisi dokumen lisensi.

Perhatikan folder yang diberi warna orange karena kita akan sering bekerja dengan  tiga folder ini

3.File Konfigurasi

Folder config berisi file-file yang akan mengatur konfigurasi untuk sitemu.

3.1  Setting base_url

Digunakan untuk menyetting url sitemu.

Bukalah file application/config/config.php lalu  rubahlah baris berikut ini:

$config[‘base_url’]       = “http://localhost/nama_dokumen_rootmu/”;

Base URL digunakan untuk memberitahu CodeIgniter  letak folder untuk root web dari aplikasimu.

Contoh:

Saya meletakkan file CodeIgniter pada direktori xampp/htdocs/hrd maka saya akan mengisi base_url seperti dibawah ini:

$config[‘base_url’]       = http://localhost/hrd;

3.2  Autoload libraries, helper, model

Agar memudahkan kamu untuk menggunakan helper, model dan libraries maka kamu dapat meletakkannya pada file application/config/autoload.php.

Contoh pertama:

Jika kamu ingin meload helper form maka kamu bisa masukkan pada autoload.php seperti berikut ini:

$autoload[‘helper’] = array(‘form’);

Sedangkan jika kamu tidak menggunakan autoload maka kamu harus memanggillnya setiap kali digunakan oleh Controllermu seperti berikut ini:

$this->load ->helper(‘form’)

Contoh Kedua:

Jika kamu ingin meload model MKegiatan dan MUsers  maka kamu bisa masukkan pada autoload.php seperti berikut ini:

$autoload[‘model’] = array(‘MKegiatan’,’MUsers’)

Sedangkan jika kamu tidak menggunakan autoload maka kamu harus memanggillnya setiap kali digunakan oleh Controllermu seperti berikut ini:

$this->load ->model(‘MKegiatan’);

$this->load ->model(‘MUsers’);

Contoh Ketiga:

Jika kamu ingin meload library pagination  maka kamu bisa masukkan pada autoload.php seperti berikut ini:

$autoload[‘libraries’] = array(‘pagination’)

Sedangkan jika kamu tidak menggunakan autoload maka kamu harus memanggillnya setiap kali digunakan oleh Controllermu seperti berikut ini:

$this->load ->library(‘pagination’);

Catatan:

Lebih baik memasukkan helper, library, dan model pada file autoload.php dikarenakan jika kamu memanggilnya sendiri melalui Controllermu terkadang kita lupa dan banyak sekali error nantinya yang akan membuat kita pusing.

4. Routing Default

Route ini berarti bahwa jika URI tidak mempunyai data (maksudnya saat kamu memanggil sitemu misalkan http://a2fahmi.com maka tidak ada controller yang dipanggil pada URL tersebut, inilah yang dimaksud tidak ada data) maka Controller pada route default ini yang akan dipanggil.

Bukalah file application/config/routes.php maka kamu bisa lihat :

$route[‘default_controller’] = “welcome”;

$route[‘404_override’] = ‘ ’;

Keterangan:

$route[‘default_controller’], kode ini berarti default controllermu adalah welcome yang terdapat dalam file application/controllers/welcome.php, untuk saat ini biarkan saja karena kita belum memplajari controller.

$route[‘404_override’] = ‘ ’, kode ini berarti kita dapat membuat pesan error 404 sesuai keinginan kita, ini nanti kita bicarakan setelah belajar Contoller.

5. Setting Database

Untuk mensetting databasemu maka kamu harus merubah konfigurasi pada file system/application/config/database.php:

$active_group = ‘default’;

$active_record = TRUE;

$db[‘default’][‘hostname’] = “localhost”;

$db[‘default’][‘username’] = “nama_user_mysql”;

$db[‘default’][‘password’] = “password_user_mysqlmu”;

$db[‘default’][‘database’] = “nama_databasemu”;

$db[‘default’][‘dbdriver’] = “mysql”;

$db[‘default’][‘dbprefix’] = “”;

$db[‘default’][‘pconnect’] = TRUE;

$db[‘default’][‘db_debug’] = TRUE;

$db[‘default’][‘cache_on’] = FALSE;

$db[‘default’][‘cachedir’] = “”;

$db[‘default’][‘char_set’] = “utf8”;

$db[‘default’][‘dbcollat’] = “utf8_general_ci”;

$db[‘default’][‘swap_pre’] = “”;

$db[‘default’][‘autoinit’] = TRUE;

$db[‘default’][‘dbcollat’] = FALSE;

Keterangan:

$active_group, adalah database beserta opsi-opsinya yang akan dipakai oleh CodeIgniter.

$active_record, Adalah penggunaan Class Active Record

$db[‘default’][‘hostname’] , ini diisini dengan localhost jika dalam satu computer dan jika mysql terletak pada computer  lain maka kamu ganti dengan ip.

$db[‘default’][‘username’] , ini isi dengan user mySQLmu

$db[‘default’][‘password’] , ini isi dengan password mySQLmu

$db[‘default’][‘database’] , ini isi dengan nama databasemu

$db[‘default’][‘dbdriver’], ini diisi dengan tipe databasemu seperti mysql, postgresql, odbc dan lainnya.

$db[‘default’][‘dbprefix’], ini diisi dengan nama awalan dari nama tabelmu, prefix ini akan ditambahkan otomatis ke nama tabel ketika menggunakan Class Active Record.

5.1 Penggunaan dbprefix

Misalkan kamu punya database pegawai dengan tabel-tabel seperti dibawah ini:

  • Sid_admin
  • Sid_user
  • Sid_jabatan

Maka awalan dari nama tabelmu adalah sid_, jadi kamu bisa mengisi  $db[‘default’][‘dbprefix’]=’Sid_’;

Jika tutorial ini bermanfaat silahkan katakan ‘Terima Kasih Fahmi Basya Kartapura‘.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *